Ketika Demokrasi Mesir Dikebiri Militer dan Kelompok Sekuler

Sebuah drama sedang dimainkan di Mesir. Aktornya: kaum sekuler, liberal, sosialis, dan fulul (orang-orang dari rezim mantan Presiden Husni Mubarak) yang berkolaborasi dengan militer. Lawan mainnya: Ikhwanul Muslimin dengan sayap politiknya, Partai Kebebasan dan Keadilan, yang didukung oleh sejumlah partai Islam. Lakon yang dimainkan: bagaimana menjatuhkan seorang presiden yang dipilih secara demokratis, lantaran memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam pemerintahannya.
Selengkapnya...

Hikmah Ramadhan 6 Badiuzzaman Said Nursi

Catatan Keenam
            Di antara sekian banyak hikmah puasa Ramadhan yang terkait dengan turunnnya Alquran dan bahwa ia merupakan waktu turunnya yang terpenting, salah satunya adalah sebagai berikut:
            Karena Alquran telah turun pada bulan Ramadhan yang penuh berkah maka jiwa harus bersih dari berbagai keinginan hina dan jauh dari berbagai perkara buruk guna bersiap-siap menyambut kalam samawi tersebut secara baik. Yaitu dengan menghadirkan hati pada saat turunnya di bulan ini serta menyerupai kondisi malaikat dengan tidak makan dan tidak minum, membaca Alquran al-Karim seakan-akan ayat-ayat baru turun kembali, menyimaknya dengan khusyuk, serta mendengarkan kalam ilahi tersebut agar bisa meraih kedudukan yang tinggi dan kondisi spiritual yang mulia seakan-akan si pembaca mendengar langsung dari Rasul saw. Atau seakan-akan ia mendengarnya dari Jibril as. Atau bahkan mendengarnya dari Allah Swt. Kemudian ia menyampaikan dan membacakannya kepada orang lain dengan menerangkan salah satu hikmah turunnya.
Selengkapnya...

Hikmah Ramadhan 7 Badiuzzaman Said Nursi

Catatan Ketujuh
            Dilihat dari keberadaannya yang memberikan keuntungan bagi manusia di mana manusia datang ke dunia untuk bercocok tanam dan berbisnis untuk akhirat, maka puasa Ramadhan  memiliki sejumlah hikmah. Namun kita hanya akan menyebutkan salah satunya sebagai berikut:
            Pahala beramal di bulan Ramadhan dilipatgandakan hingga seribu kali. Setiap huruf Alquran memiliki sepuluh pahala, dihitung sebagai sepuluh kebaikan, dan mendatangkan sepuluh buah surga sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi saw. Pada bulan Ramadhan setiap huruf menghasilkan seribu pahala; bukan lagi sepuluh. Setiap huruf dari ayat-ayat tertentu—seperti ayat Kursi—mendatangkan ribuan pahala. Pahala tersebut semakin bertambah pada hari-hari jumat di bulan Ramadhan. Serta, ia bisa mencapai tiga puluh ribu pahala pada malam Laylatul Qadar.
Selengkapnya...

Hikmah Ramadhan 8 Said Badiuzzaman Nursi

Catatan Kedelapan
            Salah satu hikmah dari sekian banyak hikmah puasa Ramadhan yang terkait dengan kehidupan pribadi manusia terangkum sebagai berikut:
             Puasa merupakan salah satu bentuk pengobatan ampuh bagi manusia. Ia adalah diet jasmani dan ruhani. İa juga merupakan diet secara kedokteran bahwa ketika diri manusia ingin bebas dalam urusan makan dan minum, ia akan mendatangkan sejumlah bahaya fisik dalam kehidupan pribadinya. Di samping itu ketika manusia melahap apa yang berada di hadapannya tanpa peduli apakah halal atau haram, maka ia akan meracuni kehidupan maknawinya hingga nafsunya sulit untuk taat kepada kalbu dan ruh. Nafsu ini mengambil alih kendali dengan bebas merdeka tanpa mengetahui arah tujuan. manusia tak bisa lagi mengendalikannya, malah ia yang mengendalikan manusia.
Selengkapnya...

Latih Disiplin Anak Tanpa Memukul

Setiap keluarga mempunyai cara sendiri-sendiri untuk menanamkan disiplin pada anak. Walau berbeda, sebenarnya tujuannya sama, yaitu menangani anak bandel atau yang bertingkah nakal.
Ketika Anda melihat si kecil berbuat kenakalan, entah itu di rumah, saat jalan-jalan di mal, atau ketika berkunjung rumah tetangga, mungkin secara refleks Anda akan berteriak, “Berhenti!” Atau, bisa jadi Anda akan memukul si kecil agar tidak melanjutkan perbuatannya.
Tahukah Anda, menurut pakar psikologi anak, menangani anak nakal dengan cara berteriak atau memukul dapat menimbulkan efek negatif pada emosi si kecil. Agar disiplin bisa dilatih sejak dini, kenali cara lain yang lebih efektif untuk buah hati Anda, seperti dikutip dari laman Modern Mom.
Selengkapnya...

Lawan, Perangi dan Kendalikan Hawa Nafsu

Nafsu adalah Anugerah, Maka Jagalah

Nafsu ada dan menja
di bagian dari diri manusia agar ia mampu menjalani kehidupan di dunia. Nafss adalah anugerah dan ciptaan Alloh. Karena nafsu inilah, manusia memiliki keinginan untuk makan, minum, tidur dan memiliki gairah seksual.
Nafsu dapat mendorong kepada sesuatu yang dikehendakinya. Ia akan berada pada jalur yang benar manakala dikendalikan. Namun sebaliknya, ia akan menghancurkan manusia jika nafsu yang mengendalikannya.
Selengkapnya...

Hikmah Ramadhan 3 Badiuzzaman Said Nursi

Catatan Ketiga
Salah satu hikmah puasa di antara sekian banyak hikmahnya yang tertuju kepada kehidupan sosial manusia adalah sebagai berikut:
Manusia diciptakan dalam kondisi kehidupan yang berbeda-beda. Karena itu, Allah menyeru kalangan kaya untuk memberi bantuan kepada mereka yang miskin. Dalam hal ini kalangan kaya dapat merasakan kondisi miskin yang membuatnya merasa kasihan serta kelaparan yang mereka alami secara sempurna lewat lapar yang dilahirkan dari puasa. Andaikan tidak ada puasa tentu banyak orang kaya yang mengikuti hawa nafsu tidak mengetahui sejauh mana rasa lapar kalangan fakir dan sejauh mana mereka membutuhkan kasih sayang. 
Selengkapnya...

Hikmah Ramadhan 4 Badiuzzaman Said Nursi

Catatan Keempat
Puasa Ramadhan dilihat dari sisi pembinaan terhadap jiwa manusia memiliki sejumlah hikmah. Di antaranya bahwa jiwa manusia cenderung ingin bebas merdeka tanpa ikatan. Bahkan secara fitrah ia merasa berkuasa atas dirinya sendiri dan bebas bergerak sesuka hati. İa tidak mau berpikir bahwa dirinya tumbuh besar lewat berbagai karunia ilahi yang tak terhingga. Terutama jika ia memiliki kekayaan berlimpah dan kekuasaan di dunia. Hal itu ditopang dan didukung oleh kelalaian yang ada. Karenanya, ia mereguk nikmat ilahi dengan cara merampas dan mencuri laksana hewan.
Selengkapnya...

Hikmah Ramadhan 5 Badiuzzaman Said Nursi

Catatan Kelima
Puasa Ramadhan memiliki banyak hikmah dilihat dari tujuannya dalam mendidik nafsu ammarah bissu`, dalam meluruskan akhlaknya, dan dalam menjadikannya menjauhi berbagai perbuatan yang tidak jelas. Kami akan menyebutkan satu saja darinya. Yaitu bahwa jiwa manusia cenderung lupa kepada jati dirinya. Ia tidak melihat kelemahan tak terhingga, kefakiran tak bertepi, dan berbagai kekurangan yang terdapat dalam dirinya. Bahkan ia tidak mau melihat semua itu, tidak mau merenungkan puncak kelemahannya, kondisinya yang  akan lenyap, serta berbagai kesulitan yang akan ia hadapi. Ia juga lupa kalau dirinya berasal dari daging dan tulang yang cepat rusak dan hancur. 

Selengkapnya...

Kenapa Anak saya Penakut???

8 tehnik Mengatasi Anak Penakut

Anak yang penakut juga cenderung menjadi tidak mandiri. Hal ini karena anak merasa tidak aman dan membutuhkan kehadiran orang lain di dekatnya, terutama orangtuanya, untuk memberinya rasa aman.
Penyebab anak menjadi penakut antara lain sebagai berikut.

Selengkapnya...

Taqwa -- A State of Submission


Taqwa is an Arabic word which is explained as a shield against wrongdoing and further expounded as to be “conscious of Allah” or to have “fear of Allah” or to be “cautiously aware of Allah”.

The origin of the word Taqwa is from the Arabic root letters wa’ ka’ ya (meaning shield) and its verb is from the word “Ittaki”. Ittaki means to be careful or to be protected or to be cautious. Taqwa is an internal compass on the path that leads towards Allah. The broader meaning and character of Taqwa is to develop one’s behaviour, so as to be cautiously aware in the worship of Allah and attain nearness to Him and in so doing, perfect oneself.

Selengkapnya...

Manfaat Air Bagi Kesehatan Tubuh 3

7. Berkurangnya rasa kram dan terkilir
Hidrasi yang tepat membantu menjaga sendi dan otot untuk dilumasi, sehingga Anda cenderung tidak mudah terkena kram dan keseleo .

8. Berkurangnya resiko terkena penyakit
Minum banyak air membantu melawan flu dan penyakit lain seperti batu ginjal dan serangan jantung. Air dicampur lemon sangat baik digunakan untuk penyakit seperti pernapasan, masalah usus, radang sendi dan lain-lain. Dengan kata lain salah satu manfaat air minum dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

9. Meredakan kelelahan
Air digunakan oleh tubuh untuk membantu membersihkan racun dan membuang kotoran dari tubuh. Jika tubuh Anda kekurangan air, jantung Anda, misalnya, perlu bekerja lebih keras untuk memompa keluar darah ke semua sel, begitu juga sisa organ vital, organ-organ Anda akan habis dan begitu juga Anda.
Selengkapnya...

Ketika Imam Syafi'i Menangis Ditanya Zina


Satu saat Asy Syafi’i ditanya
mengapa hukuman bagi pezina sedemikian beratnya?

wajah asy Syafi’ memerah, pipinya rona delima
“karena”, jawabnya dengan mata menyala
“zina adalah dosa yang bala’ akibatnya mengenai semesta
keluarganya, tetangganya, keturunannya
hingga tikus di rumahnya dan semut di liangnya”




***
ia ditanya lagi
dan mengapa tentang pelaksanaan hukuman itu?

Allah berkata,
“Dan janganlah rasa ibamu pada mereka menghalangimu untuk menegakkan agama!”

***
asy Syafi’i terdiam
ia menunduk, ia menangis
setelah sesak sesaat, ia berkata

“karena zina seringkali datang dari cinta
dan cinta selalu membuat kita iba
dan syaithan datang untuk membuat kita lebih mengasihi manusia
daripada mencintaiNya”

***
ia ditanya lagi
dan mengapa, Allah berfirman pula
“Dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka
disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”

bukankah untuk pembunuh, si murtad, pencuri
Allah tak pernah mensyaratkan menjadikannya tontonan?

***
janggut Asy Syafi’i telah basah
bahunya terguncang-guncang

“agar menjadi pelajaran”
ia terisak

“agar menjadi pelajaran”
ia tersedu

“agar menjadi pelajaran”
ia tergugu

***
lalu ia bangkit dari duduknya
matanya kembali menyala

“karena ketahuilah oleh kalian..
sesungguhnya zina adalah hutang
hutang, sungguh hutang..
dan.. salah seorang dalam nasab pelakunya
pasti harus membayarnya!”

***
kutulis dengan menangis, semoga menjadi pengingat yang terwaris
Selengkapnya...

Manfaat Air Bagi Kesehatan Tubuh 2

15. Manfaat Air Putih Untuk Pencernaan
Manfaat Air putih untuk pencernaan memang tidak bisa diungkiri, mengan minum banyak air putih maka kita akan mendapatkan pencernaan dan metabolisme yang lebih baik. Minum air secara rutin dan dalam jumlah yang cukup akan menjadikan baik pencernaan dan metabolisme dapat bekerja pada kapasitas terbaiknya. Penelitian terbaru dan muktahir dari salah satu universitas terbaik dunia, University of Utah menyatakan dengan lugas bahwa kekurangan air dapat menyebabkan menurun dan berkurangnya metabolisme tubuh manusia.

16. Melarutkan makanan, vitamin dan mineral yang berguna dalam proses pencernaan dalam tubuh manusia.
Selengkapnya...

Hadits Dzikir Pagi Sore


Dari Abu Hurairah Radiyallahu’anhu ia berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam ketika berada di waktu pagi hari berdoa: 
Allahumma bika ashbahna, wa bika amsaina, wa bika nahya, wa bika namutu, wa ilaikal nusyur.
Selengkapnya...

Jagalah Sholat

Sahabat Perindu Surga

sholat mengingatkan selalu
untuk memahami tujuan kehidupan agar dapat ketenangan
untuk memahami jalan hidup yang lurus agar dapat kesejahteraan

untuk selalu sadar menghubungkan diri dengan
pemilik kehidupan
pemilik kejadian
agar senantiasa ditolong.

Jagalah Sholat ... jaga sholat ... jaga sholat !

Berdoalah : Ya Alloh, jadikan lapangkan hati kami, tolonglah kami menegakkan sholat dan mengingatMu

Selengkapnya...

Faktor Penyebab Tidak Terkabulnya Doa


Berdoa di 1/3 malam terakhir, mustajab!

Dikisahkan bahwa suatu hari, Ibrahim bin Ad-ham RAH melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata, “Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdoa namun tidak pernah dikabulkan.?”

Ia menjawab, “Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal :

Pertama, kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.

Ke-dua, kalian mengaku cinta Rasulullah SAW tetapi meninggalkan sunnahnya.

Ke-tiga, kalian membaca al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.

Ke-empat, kalian memakan nikmat-nikmat Allah SWT tetapi tidak pernah pandai mensyukurinya.

Ke-lima, kalian mengatakan bahwa syaithan itu adalah musuh kalian tetapi tidak pernah berani menentangnya.

Ke-enam, kalian katakan bahwa surga itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah beramal untuk menggapainya.

Ke-tujuh, kalian katakan bahwa neraka itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak mau lari darinya.

Ke-delapan, kalian katakan bahwa kematian itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah menyiapkan diri untuknya.

Ke-sembilan, kalian bangun dari tidur lantas sibuk memperbincangkan aib orang lain tetapi lupa dengan aib sendiri.

Ke-sepuluh, kalian kubur orang-orang yang meninggal dunia di kalangan kalian tetapi tidak pernah mengambil pelajaran dari mereka.”

(SUMBER: Mi’ah Qishshah Wa Qishshah Fii Aniis ash-Shaalihiin Wa Samiir al-Muttaqiin karya Muhammad Amin al-Jundi, Juz.II, hal.94)
Selengkapnya...

Hak Istri atas Suami



Ilustrasi (blogspot.com/kembarasalik)
Syariat mewajibkan kepada suami untuk memenuhi kebutuhan istrinya yang berupa  kebutuhan material seperti nafkah, pakaian, tempat tinggal, pengobatan dan sebagainya, sesuai dengan kondisi masing-masing, atau seperti yang dikatakan oleh  Al-Qur’an “bil ma’ruf” (menurut cara yang ma’ruf/patut).
Namun syariat tidak pernah melupakan akan kebutuhan-kebutuhan spiritual yang  manusia tidaklah bernama manusia kecuali dengan adanya kebutuhan-kebutuhan tersebut, sebagaimana kata seorang pujangga kuno: “Maka karena jiwamu itulah engkau sebagai manusia, bukan cuma dengan badanmu.”
Bahkan Al-Qur’an menyebut perkawinan ini sebagai salah satu ayat di antara ayat-ayat Allah di alam semesta dan salah satu nikmat yang diberikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Firman-Nya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan  merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar Rum: 21)
Ayat ini menjadikan sasaran atau tujuan hidup bersuami istri ialah ketenteraman hati, cinta, dan kasih sayang antara keduanya, yang semua ini merupakan aspek kejiwaan,  bukan material. Tidak ada artinya kehidupan bersuami istri yang sunyi dari aspek-aspek maknawi ini, sehingga badan berdekatan tetapi ruh berjauhan.
Dalam hal ini banyak suami yang keliru—padahal diri mereka sebenarnya baik—ketika mereka mengira bahwa kewajiban mereka terhadap istri mereka ialah memberi nafkah, pakaian, dan tempat tinggal, tidak ada yang lain lagi. Dia melupakan bahwa wanita (istri) itu bukan hanya membutuhkan makan, minum, pakaian, dan lain-lain kebutuhan material, tetapi juga membutuhkan perkataan yang baik, wajah yang ceria, senyum yang manis, sentuhan yang lembut, ciuman yang mesra, pergaulan yang penuh kasih sayang, dan belaian yang lembut yang menyenangkan hati dan menghilangkan kegundahan.
Imam Ghazali mengemukakan sejumlah hak suami istri dan adab pergaulan di antara mereka yang kehidupan berkeluarga tidak akan dapat harmonis tanpa semua itu. Di antara adab-adab yang dituntunkan oleh Al-Qur’an dan Sunnah itu ialah berakhlaq yang baik terhadapnya dan sabar dalam menghadapi godaannya.
Allah berfirman: “… Dan gaulilah mereka (istri-istrimu) dengan cara yang ma’ruf (patut)…” (QS An Nisa’: 19)
“… Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (QS An Nisa’: 21)
“… Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim,  orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu…” (QS An Nisa’: 36)
Ada yang menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan “teman sejawat” dalam ayat di atas ialah istri. Imam Ghazali berkata, “Ketahuilah bahwa berakhlaq baik kepada mereka (istri) bukan cuma tidak menyakiti mereka, tetapi juga sabar menerima keluhan mereka, dan penyantun ketika mereka sedang emosi serta marah, sebagaimana diteladankan Rasulullah SAW. Istri-istri beliau itu sering meminta beliau untuk mengulang-ulangi perkataan, bahkan pernah ada pula salah seorang dari mereka menghindari beliau sehari semalam.
Beliau pernah berkata kepada Aisyah, “Sungguh, aku tahu kalau engkau marah dan kalau engkau rela.”
Aisyah bertanya, “Bagaimana engkau tahu?”
Beliau menjawab, “Kalau engkau rela, engkau berkata, ‘Tidak, demi Tuhan Muhammad,’ dan bila engkau  marah, engkau berkata, ‘Tidak, demi Tuhan Ibrahim.’
Aisyah  menjawab, “Betul, (kalau aku marah) aku hanya menghindari menyebut namamu.”
Dari adab yang dikemukakan Imam Ghazali itu dapat ditambahkan bahwa di samping bersabar menerima atau menghadapi kesulitan istri, juga bercumbu, bergurau, dan bermain-main dengan mereka, karena yang demikian itu dapat menyenangkan hati wanita. Rasulullah SAW biasa bergurau dengan istri-istri beliau dan menyesuaikan diri dengan pikiran mereka dalam bertindak dan berakhlaq, sehingga diriwayatkan bahwa beliau pernah melakukan perlombaan lari cepat dengan Aisyah.
Umar bin Al-Khathab—yang dikenal berwatak keras itu—pernah berkata, “Seyogianya sikap suami terhadap istrinya seperti anak kecil, tetapi apabila mencari apa yang ada di sisinya (keadaan yang sebenarnya) maka dia adalah seorang laki-laki.”
Dalam menafsirkan hadits: “Sesungguhnya Allah membenci alja’zhari al-jawwazh,”  dikatakan bahwa yang dimaksud ialah orang yang bersikap keras terhadap istri (keluarganya) dan sombong pada dirinya. Dan ini merupakan salah satu makna firman Allah: ‘utul. Ada yang mengatakan bahwa lafal ‘utul berarti orang yang kasar mulutnya dan keras hatinya terhadap keluarganya.
Keteladanan tertinggi bagi semua itu ialah Rasulullah SAW. Meski bagaimanapun besarnya perhatian dan banyaknya kesibukan beliau dalam mengembangkan dakwah dan menegakkan agama, memelihara jamaah, menegakkan tiang daulah dari dalam dan memeliharanya dari serangan musuh yang senantiasa mengintainya dari luar, beliau tetap sangat memperhatikan para istrinya. Beliau adalah manusia yang senantiasa sibuk berhubungan dengan Tuhannya seperti berpuasa, shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir, sehingga kedua kaki beliau bengkak karena lamanya berdiri  ketika melakukan shalat lail, dan menangis sehingga air matanya membasahi jenggotnya.
Namun sesibuk apa pun beliau tidak pernah melupakan hak-hak istri-istri beliau yang harus beliau penuhi. Jadi aspek-aspek Rabbani tidaklah melupakan beliau terhadap aspek insani dalam melayani mereka dengan memberikan makanan ruhani dan perasaan mereka yang tidak dapat terpenuhi dengan makanan yang mengenyangkan perut dan pakaian penutup tubuh.
Dalam menjelaskan sikap Rasulullah dan petunjuk beliau dalam mempergauli istri, Imam Ibnu Qayyim berkata, “Sikap Rasulullah SAW terhadap istri-istrinya ialah bergaul dan berakhlaq baik kepada mereka. Beliau pernah menyuruh gadis-gadis Anshar menemani Aisyah bermain. Apabila istrinya (Aisyah) menginginkan sesuatu yang tidak terlarang menurut agama, beliau menurutinya. Bila Aisyah minum dari  suatu bejana, maka beliau ambil bejana itu dan beliau minum daripadanya pula dan beliau letakkan mulut beliau di tempat mulut Aisyah tadi (bergantian minum pada satu bejana/tempat), dan  beliau juga biasa makan kikil bergantian dengan Aisyah.”
Beliau biasa bersandar di pangkuan Aisyah, beliau membaca Al-Qur’an sedang kepala  beliau berada di pangkuannya. Bahkan pernah ketika Aisyah sedang haidh, beliau  menyuruhnya memakai sarung, lalu beliau memeluknya. Bahkan pernah juga  menciumnya, padahal beliau sedang berpuasa.
Di antara kelemah-lembutan dan akhlaq baik beliau lagi ialah beliau memperkenankan istrinya untuk bermain dan mempertunjukkan kepadanya permainan orang-orang Habsyi ketika mereka sedang bermain di masjid, dia (Aisyah) menyandarkan kepalanya ke pundak beliau untuk melihat permainan orang-orang  Habsyi itu. Beliau juga pernah berlomba lari dengan Aisyah dua kali, dan keluar dari rumah bersama-sama.
Sabda Nabi SAW, “Sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku.”
Apabila selesai melaksanakan shalat Ashar, Nabi senantiasa mengelilingi (mengunjungi) istri-istrinya dan beliau tanyakan keadaan mereka, dan bila malam tiba beliau pergi ke rumah istri beliau yang pada waktu itu mendapat giliran. Aisyah berkata, “Rasulullah SAW tidak melebihkan sebagian kami terhadap sebagian yang  lain dalam pembagian giliran. Dan setiap hari beliau mengunjungi kami semuanya, yaitu mendekati tiap-tiap istri beliau tanpa menyentuhnya, hingga sampai kepada istri  yang menjadi  giliran beliau, lalu beliau bermalam di situ.”
Kalau kita renungkan apa yang telah kita kutip di sini mengenai petunjuk Nabi SAW tentang pergaulan beliau dengan istri-istri beliau, kita dapati bahwa beliau sangat memperhatikan mereka, menanyakan keadaan mereka, dan mendekati mereka. Tetapi  beliau mengkhususkan Aisyah dengan perhatian lebih. Namun ini bukan berarti beliau   bersikap pilih kasih, tetapi karena untuk menjaga kejiwaan Aisyah yang beliau nikahi ketika masih perawan dan karena usianya yang masih muda.
Beliau menikahi Aisyah ketika masih gadis kecil yang belum mengenal seorang laki-laki pun selain beliau. Kebutuhan wanita muda seperti ini terhadap laki-laki lebih besar dibandingkan dengan wanita janda yang lebih tua dan telah berpengalaman. Yang kami maksudkan dengan kebutuhan di sini bukan sekadar nafkah, pakaian, dan hubungan biologis saja. Bahkan kebutuhan psikologis dan spiritualnya lebih penting  dan lebih dalam daripada semua itu. Karena itu, tidaklah mengherankan jika kita lihat  Nabi SAW selalu ingat aspek tersebut  dan senantiasa memberikan haknya serta tidak  pernah melupakannya meskipun tugas yang diembannya besar, seperti mengatur  strategi dakwah, membangun umat, dan menegakkan daulah.
“Sungguh pada diri Rasulullah itu terdapat teladan yang bagus bagi kamu.” 

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.
Sumber: Fatwa-Fatwa Kontemporer, DR. Yusuf Qaradhawi, dakwatuna.com
Selengkapnya...

Investasi Emas Batangan

Mengapa kita perlu berpandai-pandai mengelola uang? Karena pemanfaatan uang bisa bernilai dua muka, baik dan buruk bagi dunia dan akherat. Baik, jika uang didapatkan dari hasil yang halal lalu memanfaatkan sesuai kebutuhan, tidak memenuhi hawa nafsu duniawi semata, tidak lupa berzakat dan sedekah, dan bermanfaat bagi diri dan sekitar. Buruk, jika mendapatkan dari hasil tidak halal, atau pemanfaatannya berlebihan, hanya memenuhi keinginan hawa nafsu duniawi, tidak pernah berzakat dan sedekah, bahkan menggunakannya untuk merusak diri sendiri ataupun sekitar. Sebagai khalifah di dunia ini, jadikan uang hanya sebagai alat pembayaran semata, tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang diagungkan sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan. Kita toh tidak hidup di dunia selamanya.. jadi pengelolaan uang merupakan kewajiban bagi siapa yang mendapatkan berkah dari Allah itu
Selengkapnya...

Aku Terpaksa Menikahinya.....


Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.


Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Selengkapnya...

Hikmah Ramadhan 1 menurut Bediuzzaman Said Nursi

harisanusi.com - Abtraksi singkat dari berbagai syiar Islam telah dibahas pada penutup bagian pertama. Karena itu, pada bagian kedua ini akan dijelaskan sejumlah hikmah yang terkait dengan Ramadhan yang penuh berkah di mana ia merupakan syiar yang paling cemerlang dan mulia. Bahasan ini berisi uraian tentang sembilan catatan  yang menerangkan sembilan dari sekian banyak hikmah Ramadhan.
بِسْمِ الله الرَّحْمنِ  الرَّحيمِ
         شهْرُ رَمـضَانَ الَّذى اُنْزِلَ فيهِ القرآن هُدىً للِنَّاسِ وَبَيّنَاتٍ مِنَ الْهُدى وَالْفُرْقَانِ

Ia adalah bulan Ramadhan yang di dalamnya Alquran diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai penjelasan tentang petunjuk dan pembeda (antara yang hak dan batil)” (al-Baqarah, 185)

Catatan Pertama
Puasa bulan Ramadhan berada di antara rukun-rukun pertama dari rukun Islam yang lima. Ia termasuk syiar Islam yang paling agung.
Selengkapnya...